Menikah dengan warga Negara Asing

wedding

Hey folks, kadang masalah jodoh kita tidak pernah tahu, ada beberapa temen kita yang menikah dengan warga Negara asing .Ternyata menikah dengan berbeda warga Negara itu termasuk ngejelimet lo.

Di Indonesia, berdasarkan Pasal 57 UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (“UUP”), yang dimaksud dengan perkawinan campuran adalah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia. Pasal berikutnya menyatakan orang-orang yang melakukan perkawinan campuran dapat memperoleh kewarganegaraan dari pasangannya dan dapat pula kehilangan kewarganegaraannya

Semisal kamu mempunyai calon yang merupakan warga Negara asing, calon kamu harus melewati beberapa tahapan administrasi.

WNA yang hendak menikah dengan orang Indonesia harus memiliki fotokopi paspor, membawa surat izin menikah/status dari negara atau perwakilan negara yang bersangkutan dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerjemah resmi, membawa pasfoto ukuran 2x3 cm sebanyak 3 lembar, kepastian kehadiran wali bagi WNA wanita yang disahkan oleh pejabat yang berwenang, dan membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30 ribu
Kadang juga ada yang harus mendapatkan referensi Tanda tangan KUA

Beberapa Temen menikah dengan warga Negara asing  merasa  lumayan Ribet kalo di Indonesia, beberapa mereka memilih menikah di sini menikah secara agama saja, tapi untuk urusan Negara mereka memilih dinegara sang calon

Tapi itu bukan tanpa masalah karna  di Indonesia itu tidak menganut Kewarganegraan ganda

Bagaimana jika ikut kewarganegaraan pasangan? Salah satu hal yang pasti adalah kita kehilangan hak-hak dasar warga negara Indonesia, seperti kehilangan hak memiliki properti di Indonesia. Hal ini diatur dalam UU No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Dalam UU tersebut, disebutkan hanya WNI dapat mempunyai hak milik. Pasal 3 PP 103/2015, WNI yang melaksanakan perkawinan campuran dengan WNA masih dapat memiliki hak atas tanah yang sama dengan WNI lainnya. Syarat untuk tetap bisa memiliki hak atas tanah bagi WNI yang melakukan perkawinan campuran adalah hak atas tanah yang dimiliki WNI tersebut haruslah bukan harta bersama

Hak lain yang hilang adalah anak dari pasangan campur bisa kehilangan kewarganegaraan Indonesia. Hal ini diatur pada UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan. Pasal 5 ayat 1 menyebut anak Warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai Warga Negara Indonesia.


Nah Gimana,  sudah kebayang kan, Tapi demi cinta semua mudah terlewati ko

 

 

Foto by Nanolala & Co

Related Post

Tips dan Trik Dalam Merencanakan Pernikahan

10 Buket Unik Untuk Pernikahanmu

Susunan Acara Pernikahan Penuh Cinta

Inspirasi Kado Pernikahan Untuk Temanmu

Wedding Murah Tanpa Resepsi ? Pertimbangkan Hal ini Folkers

Manisnya Post Wedding Pasangan LDR

Featured Post

Instagram Post

Subscribe Post

Check Out Our Social Media