Pendapat Pernikahan Yang Sering Terdengar

wedding

Dalam sebuah pesta pernikahan pasti akan ada saja yang memberikan komentar, baik itu dari pihak keluarga mau pun kerabat. Hal ini sangat wajar terjadi namun tidak perlu Folkers jadikan beban. Karena sebuah pernikahan dan kehidupan selanjutnya ada di tangan Anda dan juga pasangan. Berikut beberapa pendapat yang umumnya dilontarkan :

 

  1. “Menggunakan kursi plastik pada dekorasi terlihat tidak terlalu bagus.”

Pilihan Folkers dalam menentukan kursi yang tertata pada pesta tentu sudah ada pertimbangan dan alasannya. Baik itu menggunakan kursi plastik, kursi kayu, bahkan kursi yang terbuat dari besi. Yang perlu diperhatikan hanyalah apakah tema dekorasi sudah sesuai dengan penataan.

 

  1. “Gaun pernikahan haruslah berwarna putih”

Sudah diprediksi bahwa akan banyak yang tidak terlalu setuju dengan pendapat ini. Gaun pengantin bisa disesuaikan dengan pilihan dan warna kesukaan Folkers. Begitu pun dengan model atau desain gaunnya.

 

  1. “Make up-nya tidak manglingi / memberi perubahan drastis”

Bagi Folkers yang rajin mengikuti perkembangan trend, rasanya sekarang sudah banyak yang beralih ke make up minimalist. Tampilan pengantin wanita di pelaminan tidak perlu terlihat menor atau berlebihan. Berdandan sudah pasti, tetapi akan lebih baik disesuaikan dengan bentuk wajah Anda dan juga attire serta tema pesta pernikahan.

 

  1. “Resepsi pernikahan harus megah dan ramai”

Yang menentukan kepada siapa undangan tertuju tentu selain kedua pasangan, adalah keluarga. Namun tidak menutup kemungkinan bagi Folkers yang ingin mengadakan resepsi yang hangat dan sederhana. Dihadiri oleh sahabat dan keluarga dekat saja, membuat acara semakin intim terlaksana.

 

  1. “Dekorasi pernikahan harus modern”

Folkers jangan sampai ketinggalan informasi, jika Anda pernah mendapati dekorasi yang ada ornamen karung goni, pasir, ranting-ranting kering dan taburan daun, banyak balok kayu yang tidak terlalu sempurna, atau pun lilin yang tidak berpenyangga; itu artinya dekorasi pesta bertemakan rustic atau industrial. Bukan berarti sengaja diletakkan dengan asal-asalan dan terlihat berantakan atau tidak modern seperti halnya lampu-lampu yang berkelap-kelip pada pesta bertema modern.

 

  1. “Para pendamping pengantin harus berseragam.”

Hal ini tidak menjadi sebuah kewajiban Folkers, mungkin memang sudah banyak yang merancang pernikahannya dengan menyediakan pakaian berwarna sama bagi kerabat dan keluarganya. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika mereka pun ingin memakai warna yang telah dipilih atau Folkers yang membebaskan para pendamping pengantin untuk mengenakan busana berwarna apa pun.

 

  1. “Mengumumkan para undangan untuk mengenakan warna pakaian tertentu saat pesta adalah hal yang salah.”

Pada beberapa undangan yang dibagikan, memang ada pasangan yang menghimbau para tamunya untuk mengenakan busana sesuai dengan tema pesta pernikahan, dan itu tidak sepenuhnya salah karena acara ini memang milik kedua mempelai. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, para tamu juga bisa mewujudkan kenginan kedua mempelai ini dan ikut berbahagia selama acara berlangsung.

 

  1. “Dekorasi harus dikerjakan oleh profesional, hasil kreatifitas akan membuatnya terlihat jelek.”

Untuk poin ini rasanya tim folkswedding.com juga setuju, sebagian besar dekorasi ada baiknya diserahkan pada tenaga ahlinya. Namun tidak salah juga jika ada beberapa bagian dekorasi pemanis yang dibuat sendiri (Do It Yourself) hasil kreatifitas folkers bersama sahabat dan keluarga sebagai pelengkap di hari pernikahan.

 

  1. “Membuat grafik atau penamaan tempat duduk tidak diperlukan”

Beberapa dari pasangan menyetujui hal ini, karena selain cukup mengganggu dekorasi untuk memberikan label pada kursi dengan nama tiap tamu penting, mempelai pun belum tentu akan menyediakan kursi sepenuhnya untuk para undangan. Di zaman sekarang pun marak pernikahan bertema modern ball room atau pernikahan di taman yang tidak menggunakan kursi banyak pada venue, kecuali disediakan bagi para orang tua dan tamu disabilitas.

 

  1. “Souvenir pernikahan tidak terlalu penting.”

Bagian ini tim folkswedding.com kembalikan pada keputusan masing-masing pasangan, karena bagi sebagian pasangan souvenir pernikahan tidak terlalu diperlukan karena yang terpenting ucapan terima kasih dalam berbagai media; misalnya kartu ucapan. Namun ada juga sebagian pasangan yang menganggap hal ini sangat penting karena souvenir pernikahan adalah simbol kenangan atas momen bahagia dari kedua mempelai dan juga keluarga yang diberikan kepada para tamu undangan.

Related Post

Menikah dengan warga Negara Asing

Tips dan Trik Dalam Merencanakan Pernikahan

10 Buket Unik Untuk Pernikahanmu

Susunan Acara Pernikahan Penuh Cinta

Inspirasi Kado Pernikahan Untuk Temanmu

Wedding Murah Tanpa Resepsi ? Pertimbangkan Hal ini Folkers

Featured Post

Instagram Post

Subscribe Post

Check Out Our Social Media