Pernikahan Lintas Budaya

wedding

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak menutup kemungkinan seseorang berpindah-pindah tempat tinggal. Entah karena alas an pekerjaan ataupun hal lainnya.

 

Dalam perjalanannya, folkers dapat bertemu dengan berbagai macam orang dari etnis yang berbeda. Tak jarang pertemuan tersebut berakhir dengan keputusan untuk menyatukan kedua belah pihak dalam suatu pernikahan.

 Photo Courtesy of Katakitaphoto (@katakitaphoto)

 

Bagaimana membuat acara pernikahan dengan dua (bahkan bisa lebih) latar belakang budaya yang berbeda? Tim Folkswedding.com mengumpulkan beberapa informasi dari pengalaman beberapa orang yang telah melangsungkan pernikahan lintas budaya dan merangkumnya menjadi 5 tips dalam merencanakan pernikahan lintas budaya.

 

  1. Berunding dengan seluruh pihak penting yang terkait dalam pernikahan.

Mendiskusikan apa yang diinginkan dari kedua belah pihak sangat penting dilakukan dalam tahap awal perencanaan pernikahan. Tanyakan pula kepada pasangan calon pengantin mengenai pesta pernikahan yang mereka inginkan, apakah pernikahan intimate yang hanya dihadiri keluarga dan teman dekat, atau pesta perayaan besar-besaran.

 

  1. Membuat daftar rangkaian tradisi yang tidak ingin dilewatkan oleh kedua belah pihak.

Ini adalah langkah yang amat penting. Kedua belah pihak mungkin tidak mengetahui rangkayan tradisi yang ada pada pihak besan. Pastikan kedua belah pihak tidak ada yang merasa terabaikan.

Buat daftar prioritas rangkaian tradisi yang ingin dilakukan dan yang dapat diabaikan pelaksanaanya. Karena apabila seluruh rangkaian ingin dilakukan, maka akan sangat memakan waktu.

 

  1. Menggabungkan pakaian, aksesoris, hingga makanan tradisional kedua belah pihak.

Jadikan perbedaan budaya kedua pihak sebagai hal yang menarik pada pernikahan lintas budaya. Daripada memilih salah satu, akan lebih menarik jika menyatukan kedua budaya yang ada. Pasangan pengantin berdampingan mengenakan busana dari masing-masing budaya asal mereka. Sajikan makanan khas daerah asal keduanya. Berikan detail-detail tradisional khas budaya kedua pihak pada dekorasi. Hal ini akan membuat pernikahan lintas budaya yang berkesan bagi yang menghadirinya.

 

  1. Buat dua acara terpisah.

Jika tidak ditemukan kesepakatan dalam pelaksanaan ritual tradisional budaya masing-masing, akan lebih baik untuk melaksanakan dua upacara pernikahan yang berbeda di waktu yang berbeda pula. Dengan demikian semua pihak tidak akan merasa terabaikan dan seluruh rangkaian adat dapat terlaksana. Namun perlu diingat bahwa dengan demikian, biaya pernikahan yang dikeluarkan akan lebih besar daripada pernikahan pada umumnya.

 Photo Courtesy of Katakitaphoto (@katakitaphoto) Photo Courtesy of Katakitaphoto (@katakitaphoto) Photo Courtesy of Katakitaphoto (@katakitaphoto)

  1. Pastikan bahwa semua tamu memahami arti dari semua ritual yang diikuti.

Gunakan layar besar dan projector untuk menampilkan setiap rangkaian acara agar dapat disaksikan lebih rinci oleh para tamu yang hadir. Siapkan pula buklet mini yang berisi penjelasan seluruh rangkaian sehingga semua orang bisa membaca dan memahami makna dari semua tradisi dan ritual dari kedua budaya tersebut.

 

Photo Courtesy of Katakitaphoto (@katakitaphoto) 

 

Hal terpenting yang perlu diingat ketika memilih pernikahan lintas budaya adalah bahwa folkers tidak terjebak dalam ritual panjang yang tanpa henti karena ingin menyenangkan semua pihak, sehingga seluruh ritual dilakukan. Jangan sampai folkers dan keluarga tidak menikmati hari besar. Dan selalu ingat untuk menghormati tradisi dan dinamika kedua belah pihak.

 

All photo courtesy of Katakitaphoto (@katakitaphoto)

Related Post

Menikah dengan warga Negara Asing

Tips dan Trik Dalam Merencanakan Pernikahan

10 Buket Unik Untuk Pernikahanmu

Susunan Acara Pernikahan Penuh Cinta

Inspirasi Kado Pernikahan Untuk Temanmu

Wedding Murah Tanpa Resepsi ? Pertimbangkan Hal ini Folkers

Featured Post

Instagram Post

Subscribe Post

Check Out Our Social Media