Sepuluh Hal Yang Dihindari Dalam Persiapan Warna Dekor Resepsi

wedding

Ketika Folkers memproses persiapan pesta resepsi, pilihan warna dan dekorasi pasti tidak luput dari perhatian agar terlihat indah dan memiliki nilai estetika yang memanjakan mata dan juga bertahan dalam waktu yang lama dengan bantuan dokumentasi foto serta video.

1. Menggunakan Warna Yang Sangat Banyak

Ada baiknya Folkers memilih dua hingga empat warna yang cocok pada bagian dekorasi, karena menggunakan warna yang senada pada seluruh rangkaian dekor akan membantu atmosfir yang kondusif dan setiap detail akan tampak cocok pada penempatannya. Hindari untuk mempersempit palette dengan beberapa warna karena membuat warna menjadi berantakan. Jika Folkers lebih suka gradasi warna yang tidak terlalu mencolok, maka pilihlah warna-warna yang cukup dekat dari warna yang sama. Hal ini berfungsi untuk menambah kedalaman warna tanpa membuatnya terlihat kacau. Atau jika Folkers lebih suka gaya yang mencolok, sebaiknya memilih warna kromatik yang tegas, karena bertujuan untuk menjaga tampilan dekor agar tertata dengan sesuai.

 

2. Hanya Menggunakan Dua Warna Saja

Tentu sangat perlu diperhatikan aturan untuk menempatkan dua warna yang berbeda, walau pun ada dekorasi pernikahan dengan banyak warna yang berbeda menjadi terlihat indah. Triknya adalah, menggunakan warna-warna yang netral seperti krem dan cokelat atau cobalah gradasi yang warnanya menyerupai agar menghasilkan tone yang sama. Misalnya, Folkers mencoba tema dekorasi musim panas, yang terinspirasi dengan banyak nuansa hijau muda, salem, dan biru laut yang dipadankan dengan warna putih serta abu-abu, dipercantik dengan sedikit warna kuning muda. Pilihan beberapa warna dengan gradasi yang mirip ini pun dapat menghasilkan dekorasi dengan tema tertentu, seperti tema resepsi rustic, glamour, retro, serta rock ‘n roll.

 

3. Memilih Warna Yang Sedang Kekinian Hanya Untuk Terlihat Trendi

Akan sangat mudah terbawa ide-ide ketika Folkers telah menghadiri berbagai macam pesta resepsi pernikahan, atau ketika Anda melihat sosial media. Tetapi hati-hati akan hal tersebut, hanya karena tertarik dengan banyak ide bukan berarti akan cocok juga dengan tema pernikahan yang Folkers impikan. Warna yang Anda pilih untuk dekorasi sebaiknya yang menentukan karakter kedua pasangan, karena tentu pada saat hasil dokumentasi akan selalu dilihat seumur hidup jika Anda memasang foto pada frame dan menghiasi dekorasi rumah. Katakanlah pada saat ini sedang naik daun warna emas atau pun metalik, tetapi sebetulnya Folkers tidak menyukai warna tersebut. Sebaiknya jangan dipaksakan, lebih baik mengakali dengan menempatkan warna yang sedang trendi tersebut pada aksesoris detail pendukung dekorasi pernikahan. Tanyakan kembali pada diri, warna apa yang membuat Anda bahagia atau warna apa yang mewakili diri serta pasangan. Beberapa objek sederhana terkadang memberi kita inspirasi, seperti syal kesukaan atau pun bantal favorit.

 

4. Melebihi Satu Warna Yang Mencolok

Salah satu perangkap ketika Folkers melakukan pemilihan warna adalah, ketika Anda lupa mempertimbangkan hasilnya apakah terlalu mencolok mata sehingga selama resepsi berjalan mata para undangan tidak ‘beristirahat’ karena dampaknya. Ketika Folkers memiliki dua warna dominan bukan berarti harus menggunakannya sama rata bersamaan. Sebelum Anda melangkah lebih jauh dalam perencanaan, ada baiknya menentukan warna utama terlebih dahulu yang akan menjadi pusat perhatian. Hal ini juga mempengaruhi Anda untuk memilih pencahayaan. Jika misalnya Folkers menyukai warna merah terang, pilihlah warna sekunder yang lebih tenang atau lebih lembut dilihat. Seperti warna merah muda, salem, atau pun abu-abu cerah. Cara pengaturan warna seperti ini akan lebih membantu untuk melengkapi dekorasi Anda tanpa mengganggu pandangan mata. Menyeimbangan warna adalah kunci utama untuk membuat kombinasi yang baik serta tetap indah dilihat.

 

5. Mengabaikan Tekstur

Dua warna yang disatukan mungkin tidak terlihat benar ketika diletakkan berdampingan jika teksturnya berbeda. Kecuali jika Folkers mencampur tekstur dalam warna yang sama dan menghasilkan atmosfir yang menarik sesuai dengan tema dekorasi. Contohnya pola seperti garis atau motif bunga dapat membantu memecah warna yang terlalu tebal. Dengan berkreasi lebih kreatif dan ide-ide yang segar, Folkers pasti dapat menyulap tekstur yang ditambahkan pada palet warna sederhana. Bahkan jika warna dominan dekorasi pesta pernikanan Anda adalah putih, dapat dikreasikan menjadi lebih menarik dan tidak membosankan berkat kreatifitas penggunaan antara ruang, pola, dan juga tekstur.

 

6. Mengabaikan Warna Venue Pernikahan

Ketika Folkers sedang berburu venue pernikahan, ada baiknya ketika melihat lokasi pastikan juga warna-warna asli yang sudah ada di venue akan cocok dengan pilihan warna dekorasi Anda. Misalnya seperti memperhatikan warna dinding, karpet, warna lampu utama, serta benda-benda seni yang terpajang di sana (jika ada). Trik pertama adalah, setelah Folkers menentukan akan menggunakan warna apa saja untuk dekorasi, barulah Anda mencari venue yang cocok dengan dekor rancangan atau yang Anda inginkan. Jika hal tersebut cukup sulit dilakukan karena jadwal pernikahan dan venue tidak menemukan jalan tengah, maka Folkers dapat menentukan venue terlebih dahulu. Setelah dipastikan akan menyelenggarakan pesta di tempat tersebut, barulah Anda merancang dekorasi serta penggunaan warna yang telah dipilih sehingga cocok dengan venue.

 

7. Mengabaikan Elemen Warna Undangan

Undangan pernikahan Folkers adalah penghubung untuk memperkenalkan acara Anda, jadi alangkah baiknya warna yang digunakan untuk dekorasi pun bertema sama dengan undangan yang disebar. Pengaturan warna agar senada dapat dimulai dari pemilihan font, desain, bahkan pita serta layer. Tentunya sembari menentukan, Folkers pun berkonsultasi dengan desainer pembuat undangan Anda. Kemungkinan lain yang bisa terjadi adalah tamu undangan ikut menyesuaikan baju yang dipakai untuk menghadiri pernikahan Anda melalui desain undangan yang sampai kepada mereka.

 

8. Mencoba Mencocokkan Warna Seluruh Bunga Dekorasi

Folkers lebih baik tidak memaksakan untuk menyamakan seluruh bunga yang ada pada dekor seperti warna yang akan digunakan. Alangkah lebih indah jika menggunakan bunga dengan warna-warna yang natural sehingga warna pada dekorasi venue dan warna bunga tidak bertabrakan. Semisal ada bunga tertentu yang Anda sukai, dari awal pemilihan dekorasi pun dicocokkan dengan venue sehingga setelah terpasang semuanya tetap tertata dengan baik.

 

9. Hindari Warna Yang Tidak Sesuai Mood

Ketika dekorasi pada venue dan juga pemilihan bunga sudah cocok, pastikan kembali warna sesuai dengan mood dan tema pernikahan Folkers. Misalnya dekorasi Anda bertemakan outdoor serta rustic, penggunaan aksen dekorasi dengan warna metalik tidak akan indah dipandang secara estetika. Folkers dapat menggunakan warna yang lebih natural seperti perpaduan cokelat, krem, putih, atau pun hijau dedaunan segar. Skema warna yang Anda pilih dapat mempengaruhi suasana pesta pernikahan, dan bisa ditentukan sedari awal sejak memilih apakah akan mengadakan resepsi di ballroom yang elegan atau pada outdoor yang lebih santai.

 

 

10. Hanya Terpaku Pada Warna Musiman

Saatnya Folkers membuka ide dan melupakan warna musiman untuk mendapatkan hasil dekorasi yang lebih segar dan menarik daripada yang sudah banyak digunakan. Karena tentunya Anda menginginkan para tamu undangan dapat dijamu dengan baik mulai dari kedatangan di venue dan melihat langsung hasil dekorasi sampai menikmati hidangan dan juga mendokumentasikan rangkaian pesta pernikahan Anda dengan perasaan yang sama puasnya dan juga bahagia.

Semoga Folkers terisnpirasi dan mulai melakukan pemilihan yang sesuai dengan pernikahan impian ya!

 

Sumber gambar: Pinterest.com

Related Post

Menikah dengan warga Negara Asing

Tips dan Trik Dalam Merencanakan Pernikahan

10 Buket Unik Untuk Pernikahanmu

Susunan Acara Pernikahan Penuh Cinta

Inspirasi Kado Pernikahan Untuk Temanmu

Wedding Murah Tanpa Resepsi ? Pertimbangkan Hal ini Folkers

Featured Post

Instagram Post

Subscribe Post

Check Out Our Social Media